Muhammad Najib Fauzan
IoT & Database System Administrator | Junior DevOps Engineer
Featured Projects
🚀 Project Portfolio: Enterprise AI Knowledge Portal (GYS Portal)
Role: Full Stack Developer & AI Engineer Project Type: Corporate Internal Tool / AI Productivity Platform
Detail Project →
Modern Self-Hosted Web Infrastructure & CMS
Rancang bangun infrastruktur web mandiri (Self-Hosted) berbasis Containerization, Nginx Reverse Proxy, dan Automated Security Lifecycle.
Detail Project →
🗄️ Automated Database Backup & Recovery System
Automated backup and recovery system with intelligent scheduling, restore validation, and comprehensive email reporting for enterprise database protection.
Detail Project →Latest Tech Articles
Tutorial: Mengatasi Error SSL Nginx 'Chicken & Egg'
12 December 2025
Bagi DevOps Engineer pemula, memasang SSL di Docker seringkali membuat frustrasi. Nginx butuh sertifikat untuk start, tapi Certbot butuh Nginx jalan untuk bikin sertifikat. Ini lingkaran setan. Bagaimana saya memecahkannya? Saya menggunakan teknik 'Dummy Certificate Bootstrapping'. Langkah-langkah Teknis: 1. Script Bash otomatis akan men-generate sertifikat palsu (Self-signed) menggunakan OpenSSL saat container pertama kali dibuat. 2. Nginx akan start menggunakan sertifikat palsu tersebut (sehingga tidak crash). 3. Setelah Nginx jalan, script akan memerintahkan Certbot untuk request sertifikat ASLI ke Let's Encrypt lewat challenge `.well-known`. 4. Setelah berhasil, sertifikat palsu ditimpa, dan Nginx di-reload. Semua proses ini terjadi otomatis dalam hitungan detik saat perintah `docker compose up` dijalankan. Ini menjamin server bisa dideploy ulang kapan saja tanpa konfigurasi manual yang rumit.
Baca Selengkapnya →Cloud vs On-Premise: Kapan Harus Migrasi?
12 December 2025
Hype teknologi saat ini selalu berteriak 'Go Cloud!'. Namun sebagai Engineer, kita harus melihat angka. Studi Kasus Bot Trading Saya: Awalnya saya menjalankan 3 bot di AWS. Biaya server, bandwidth, dan storage mencapai hampir $20/bulan. Padahal, resource CPU yang terpakai hanya 5%. Ini pemborosan (Over-provisioning). Keputusan Migrasi: Saya memindahkan workload ke Mini PC bekas yang dijadikan server Linux Ubuntu dengan Docker. - Biaya Hardware: Satu kali bayar. - Biaya Bulanan: Listrik (sangat kecil). - ROI (Return on Investment): Tercapai dalam 4 bulan. Pelajaran: Cloud sangat bagus untuk skalabilitas (startup yang tumbuh cepat). Tapi untuk beban kerja yang stabil dan terprediksi (seperti Bot Automation), On-Premise atau VPS murah seringkali jauh lebih menguntungkan secara bisnis. Docker adalah kunci yang memungkinkan perpindahan ini terjadi tanpa sakit kepala.
Baca Selengkapnya →Deep Dive: Arsitektur Chatbot dengan React & Mongoose
12 December 2025
Membangun aplikasi chat terlihat sederhana di permukaan, namun kompleks di belakang layar. Dalam kolaborasi saya dengan Kouventa, saya belajar bahwa tantangan utamanya bukan pada 'mengirim pesan', tapi pada 'menyimpan konteks'. Mengapa Mongoose? SQL database (seperti MySQL) sangat kaku untuk data chat yang strukturnya bisa berubah-ubah. MongoDB dengan Mongoose memberikan fleksibilitas skema (Schema-less). Saya merancang skema di mana setiap 'Session' memiliki array 'Messages'. Ini memungkinkan pengambilan history chat yang sangat cepat hanya dengan satu query ID. Tantangan React & OpenAI: API OpenAI bersifat 'stateless' (tidak ingat percakapan sebelumnya). Oleh karena itu, Backend kami harus mengirimkan kembali potongan history percakapan (context window) setiap kali user bertanya. Di sisi Frontend (React), state management harus sangat efisien agar UI tidak lag saat menunggu token stream dari API. Kesimpulan: Kombinasi React untuk interaktivitas dan Mongoose untuk fleksibilitas data adalah tech stack yang sangat powerful untuk aplikasi AI modern.
Baca Selengkapnya →